• Januari 26, 2024

Tren Fashion Pria Tahun 60an yang Masih Harus Anda Pakai Saat Ini

Anda bisa saja tidak berasumsi tahun 1960an sebagai dekade paling menarik bagi tipe pria , tetapi seutuhnya terlalu terjadi. Hanya dalam 10 tahun, mereka menciptakan James Bond, The Rolling Stones dan The Beatles mengambil alih dunia, dan Americana yang preppy memantapkan dirinya sebagai keliru satu tipe utama abad ke-20. Pada tahun 60an, barang-barang modern layaknya sepatu bot Chelsea dan jaket Harrington muncul, pas penjahitan diciptakan ulang tidak hanya sekali tetapi dua kali.

Mulai berasal dari baju minimalis di awal dekade sampai tipe pesolek yang terlalu berlebih di paruh ke dua dekade ini, fesyen pria tahun 60an mencerminkan kemapanan yang tertindas dan gerakan pemuda dan juga budaya pop yang memberontak terhadapnya. Mereka seluruh konsisten menginspirasi para desainer sampai pas ini.

Di sini, kita menguraikan tren utama tahun 60an dan menawarkan petunjuk tentang cara mengenakan baju ekspor paling bergaya pada dekade ini.

Tren fesyen tahun 60an terbaik untuk pria

Setelan minimalis

Hal terbaik tentang tahun 60an bisa saja adalah penjahitannya. Setelan awal tahun 60an masih merupakan hal yang terlalu memikat, dan dikarenakan kesederhanaannya, jadi terlalu kontemporer apalagi sampai pas ini. Siapa pun yang menyaksikan Orang-orang gila dan mengamati penjahitan simple di awal musim akan tunjukkan fakta bahwa ini adalah tampilan yang patut ditiru.

Setelan minimalis tahun 60an merupakan warisan berasal dari tahun 50an, dikarenakan simple dan konservatif, tetapi ada lebih dari satu perbedaannya. Desain awal tahun 60an lebih ramping dan lebih bagus dibandingkan versi kotak dan bergaya karung pada tahun 50an. Mereka menampilkan kerah yang ramping dan berlekuk, anggota depan bersama dua atau tiga kancing, ventilasi ganda, dan bodi lebih pendek yang membantu memanjangkan siluet.

Celananya juga ramping dan berpotongan mid rise, kebanyakan tanpa lipatan supaya muncul lebih ramping. https://lembagaantidopingindonesia.org/ Dan palet warnanya sama-sama kalem, bersama warna biru tua, abu-abu tua, dan coklat terbukti populer pada pas itu.

Karena desainnya yang klasik dan minimalis, setelan awal tahun 60an muncul sama gayanya pas ini. Tidak terlalu ramping, tidak terlalu santai, ini adalah jalur tengah yang sempurna dan cocok untuk bermacam macam wujud tubuh. Carilah setelan klasik bersama struktur tengah yang tidak terlalu lembut atau terlalu empuk, dan minimalkan aksesoris supaya potongannya jadi pusat perhatian.

Menjahit pakaian

Even more relevant than the 60s suit is how men began to dress it down. The 50s was all conservative with its starched shirts plus crisp silk ties, but the 60s moved things on, introducing new ways to wear tailoring. Shirt collars became softer with the button-down Oxford shirt an emerging tipe staple, while knitted ties proved especially disukai banyak orang following appearances in the Sean Connery Bond films.

It’s when shirts plus ties were eschewed altogether that things got really interesting. Turtlenecks were often worn in place of shirts, giving suits an even more streamlined, sekurang-kurangnya feel, while polo shirts were utilised on weekends, when strict business attire wasn’t necessary.

Both of these are perfectly acceptable to wear with a suit today, but back then it was an extremely modern look. To emulate it, opt for a knitted polo shirt worn under a two-button blazer plus neutral chinos, plus finish with a pair of Chelsea boots. It’s an outfit that’s minimal, contemporary plus wholly 60s inspired.