• Februari 23, 2024

Kenali Tentang Fashion Sampai Ke Akar

Setiap orang pasti punyai pemikirannya sendiri untuk memasuki pendidikan tinggi, keliru satunya mempelajari dunia fashion. Untuk membicarakan peran pendidikan dan pengaruhnya di dalam industri fashion, dan juga menjawab stigma masyarakat berkenaan fashion, alumnus Program Diploma Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha angkatan th. 2011, Marselina Anggita Manalu diundang sebagai narasumber di dalam Instagram Live @thepathoffuture. Kegiatan yang disiarkan pada Senin, 18 Mei 2020 ini berjudul Sharing Talk Ain’t Cheap bersama dengan mengangkat topik “What Role does Education Play in the Fashion Industry?”.

Umumnya masyarakat mengatakan, fashion hanya sekadar busana atau pakaian. Namun khususnya daripada itu, Marselina berpendapat, “Fashion itu ekspresi”. Melalui fashion kita juga dapat mengekspresikan diri kita sendiri. “Manusia butuh berekspresi, maka dari itu manusia wajib fashion karena fashion juga hadir di setiap dekade dan dapat beradaptasi,” tambahnya.

Belajar fashion pasti dapat didapat secara autodidak, dapat tapi parlay Marselina menganggap bahwa edukasi itu mutlak dan terlampau dibutuhkan. “Edukasi dapat mengajarkan step-by-step, mempermudah, dan mempercepat kamu di dalam menguasai suatu hal,” ujarnya. Sebagai contoh, teori komposisi yang merupakan ilmu yang tidak didapat secara autodidak dan hanya dapat dijumpai lewat pendidikan. “Komposisi ini yang mengajarkan kita untuk mengalami proses kreatif dan intuisi supaya karya tersebut dapat mencapai value yang dambakan dicapai,” ucapnya. “Jangan lupa untuk betul-betul mempelajari komposisi ini, mungkin muncul tidak nyambung atau bosan, tapi ini merupakan hal terbaik di dalam mengasah kepekaan dan juga harmonisasi sebagai desainer,” pesan Marselina kepada para mahasiswa.

Berdasarkan pengalamannya, industri fashion itu terlampau menjanjikan. Lingkup kerja fashion terlampau luas, seperti fashion designer, fashion editor, fashion merk marketing, dan tetap banyak lagi. Oleh karena itu, lewat pendidikan bukan hanya wawasan tentang fashion saja yang dipelajari, tapi juga dapat mempelajari ilmu-ilmu lainnya.

Walaupun demikian, mempelajari bidang fashion itu bukanlah hal yang mudah. Marselina pernah hampir menyerah karena ada problem di dalam belajar. Akan tetapi, pertolongan dosen yang memotivasi dirinya dan juga tekadnya untuk dapat menciptakan sebuah karya yang punyai value, membawanya hingga titik sementara ini. Marselina mengatakan, “Kuliah bukan sekadar tentang ilmu pengetahuan, tapi juga tentang toleransi, kerja sama, gagal lebih-lebih menang”.

Saat ini Marselina menjabat sebagai Vice Precident of Product dan keliru satu Co-Founder perusahaan lokal Godlyte. Ia mengatakan, seorang fashion designer yang andal merupakan seseorang yang dapat berkomunikasi bersama dengan baik dan dapat bekerja serupa bersama dengan tim. Membangun sebuah merk adalah hal yang susah kalau tidak adanya pengalaman dan kerja serupa tim. “Membuat merk tidak mudah. Setiap merk punyai ekspresi dari desainer dan sejarahnya yang membawa dampak merk tersebut punyai nilai,” tuturnya.

Baca Juga: https://americanhomepatient.org/6-alasan-korean-fashion-menarik-dan-populer-di-seluruh-dunia/

Bagi yang tertarik mendalami dunia fashion, Marselina berpesan supaya meninjau setiap kampus yang diminati. Karena setiap kampus punyai nilainya masing-masing, dapat lebih baik mengenal khususnya dahulu obyek yang yang dambakan dicapai sementara memasuki dunia pendidikan, dan juga disiplin di dalam mempelajari segala sesuatu. (ns/gn)