• Mei 27, 2024

Macan Tutul dan Macan Kumbang Terekam Bersama di Gunung Gede Pangrango, Apa Benar di Jalanan Pendakian?

Kamera trap merekam sosok macan tutul dan macan kumbang diduga di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Rekaman itu kemudian diunggah oleh akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Sabtu, 25 Mei 2024, dan berhasil menarik banyak perhatian, terlebih para pendaki.

“Ada yang terciduk lagi nih !!! Namun, mimin lega sob…kalau sang “predator puncak” masih terpantau keberadaannya, tandanya keseimbangan ekosistem TNGGP masih terjaga ya,” tulis admin akun hal yang demikian.

Banyak warganet yang lega bahwa kedua spesies macan itu masih eksis di Gunung Gede Pangrango. Ada pula yang kuatir unggahan hal yang demikian bisa menarik perhatian pemburu liar yang tak peduli dengan keseimbangan ekosistem demi sejumlah uang.

Ada pula yang salah fokus dengan keakraban dua macan hal yang demikian. Dalam rekaman berdurasi 26 detik tampak macan tutul berjalan melewati kamera lebih dulu, disusul macan kumbang yang berjalan pelan.

“Min mereka bestie kah???” tanya seorang warganet. “Semoga yahhh,” jawab admin akun hal yang demikian.

Mengutip situs Kehati, padahal memiliki warna tubuh berbeda, macan kumbang terbukti adalah subspesies yang sama dengan macan tutul. Mereka bernama latin Panthera pardus melas. Ternyata keduanya bisa kawin dan menjadikan keturunan bercorak dan berwarna hitam. Para spesialis mengira perbedaan warna hal yang demikian disebabkan oleh pigmen melanistik.

Atas inovasi itu, Kepala Balai Besar TNGGP Cianjur Sapto Aji membantah rekaman macan itu diambil di jalur pendakian. Ia menegaskan eksistensi macan tutul itu amat jauh dari jalur pendakian, bahkan secara naluri satwa liar menghindari manusia.

Namun, dia mengingatkan supaya pendaki tak membuang sisa makanan di jalur pendakian supaya binatang dilindungi itu tak mendekati jalur pendakian. “CCTV yang terpasang amat jauh dari jalur pendakian, tapi kami tetap melarang pendaki menyisakan makanan atau sampah yang bisa menarik perhatian binatang yang hidup di habitat aslinya,” kata Sapto, melansir Antara, Senin (27/5/2024).

Ia menyuarakan pihaknya tetap menjalankan berjenis-jenis antisipasi supaya kedua macan tak terganggu dan berubah pola hidupnya di alam liar. Sapto juga covecasualrestaurant.com mengaku belum mengetahui apakah kedua macan tutul itu adalah pasangan jantan dan betina atau induk dan buah hati.

Ia mencatat dikala ini ada 24 ekor macan tutul dan macan kumbang tinggal di wilayah Gunung Gede Pangrango. Untuk memastikannya, tahun ini akan ada survei jumlah macan tutul di Pulau Jawa termasuk di wilayah TNGGP.

Selama ini, tutur dia, perkembangbiakan macan tutul di Gunung Gede Pangrango terjadi secara alami yang habitatnya dijaga petugas. “Belasan petugas menjalankan pengawasan dan pengamanan habitat binatang langka dan dilindungi itu,” katanya.

Macan Tutul Jawa Terperangkap

Pada Rabu, 27 Desember 2023, seekor macan tutul terjerat perangkap babi di Kampung Cikalaces Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Mengutip kanal Regional Liputan6.com, Kepala Desa Sekarsari Awan Kurniawan mengatakan, macan tutul yang terjebak perangkap babi itu ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang hendak berkebun.

Penemuan iyang menggegerkan masyarakat itu lalu dilaporkan terhadap aparat pemerintahan. Awan menyebut, warga sempat merasa kuatir dengan macan tutul hal yang demikian lepas dengan mudah lantaran perangkap yang menjerat kaki macan tutul itu berukuran kecil.

“Macan yang terjerat ini tampak kali pertama sama seorang ibu yang akan memungut buah di kebun milik warga. Perangkap babi ini memang sengaja dijadikan warga, karena banyak babi yang merusak tanaman milik warga di kebun-kebun,” ungkap Awan dikala dihubungi Kamis, 28 Desember 2023.

Ia mengatakan, regu penyelamat satwa dari Sentra Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) dari Kecamatan Nyalindung tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Tim penyelamat seketika menyelamatkan macan tutul yang terjebak dengan metode memberikan suntikan bius, untuk bisa dilepaskan dari perangkap. Selanjutnya, regu medis mengobati lukanya.